Langsung ke konten utama

Evaluasi Uji Coba Instrumen Penilaian Disruptive Innovation Pada Pembelajaran Kimia

 

Pada pembelajaran kimia, Guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas tanpa dibatasi oleh sekat-sekat tradisional seperti ruang kelas, jadwal dan kurikulum. Proses pendidikan dapat menjelajahi kehidupan peserta didik secara lebih luas dan membuat iklim eksplorasi pengetahuan menjadi menarik dan relevan dengan kondisi kekinian.

Setelah membuat instrumen pada postingan sebelumnya maka selanjutnya instrumen penilaian diujicoba dengan melakukan pengamatan pada video pembelajaran:

https://www.youtube.com/watch?v=55agtRY0Uvg

Sedangkan untuk link form penilaian kegiatan oleh guru dapat diakses melalui:

https://forms.gle/T1tLf1gouGpjHHiu5

Adapun Pedoman Penskoran dari instrumen melalui 3 kemampuan yang akan dinilai:

Skor Maksimal : 9 x 3 = 27
Skor Minimal   : 9 x 1 = 9
Rentang            : (27- 9)/3 = 6

Rentang Nilai

Persentase

Kriteria

9 - 15

33% - 55%

Kurang Baik

16 - 21

59% - 77%

Cukup

22 - 27

81% - 100%

Baik


Berdasarkan hasil ujicoba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut pada rentang 20 sebesar 74% dengan kategori Cukup.
Dari evaluasi di atas, adakah komentar seperti saran atau kiritik? Kemudian menurut saudara, hal apa saja yang mendasari keberhasilan pelaksanaan ujicoba instrumen penilaian dari ketiga pendekatan diatas?

Komentar

  1. Saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda. Menurut saya hal yang mendasari keberhasilan pelaksanaan uji coba instrument penilaian tersebut yaitu memahami ketika pendekatan yaitu cybergogy, heutagogy dan peeragogy, kemudian kita juga memahami indikator dari masing-masing pendekatan tersebut sebagai tujuan yang ingin kita capai pada pembelajaran. Selain itu kita juga harus menyesuaikan ketepatan kegiatan pembelajaran dengan indikator dari masing-masing pendekatan, karena ketika kita sudah memahami masing-masing pendekatan tersebut berdasarkan masing-masing ranahnya yaitu kognitif, afektif dan psikomotor maka akan terlaksana dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk saran dan komentarnya. Mungkin ada beberapa hal yang masing kurang jelas bagi saya, mungkin bisa intan atau teman-teman lain yang membaca ini bisa menambahkan, apa saja yang harus dipahami? apakah cukup pengertian, indikator atau sebagainya. Terima kasih

      Hapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan diatas. Penilaian yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan adalah sistem penilaian berkelanjutan yang mempunyai prinsip menilai seluruh kompetensi dasar, menganalisis hasil penilaian dan melakukan tindak lanjut berupa program
    pengayakan atau perbaikan. Penilaian kompetensi yang dimaksud mencakup
    kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam melaksanakan evaluasi kecocokan indikator dan deskripsi kegiatan ,yang dilakukan sangat menunjang keberhasilan dalam melakukan evaluasi, selain itu juga deskripsi kegiatan yang dibuat harus spesifik agar telihat jelas kegiatan yang dilakukan oleh siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk saran dan komentarnya. Kedepannya akan saya perbaiki lagi

      Hapus
  3. Dalam melaksanakan evaluasi kecocokan indikator dan deskripsi kegiatan ,yang dilakukan sangat menunjang keberhasilan dalam melakukan evaluasi, selain itu juga deskripsi kegiatan yang dibuat harus spesifik agar telihat jelas kegiatan yang dilakukan oleh siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saran dan komentarnya. Mungkin saudari dapat menambahkan saran selian saran diatas karena menurut saya saran tersebut mirip dengan yang dikemukakan oleh nurul amini. Terima kasih

      Hapus
  4. Menurut saya, faktor keberhasilan pelaksaan uji coba instrumen penilaian adalah ketelitian. karena dalam melakukan uji coba penilaian, penilai harus benar-benar teliti dalam menganalisa indikator, aspek kegiatan dan penskoran, apabila kurang teliti maka akan terjadi penilaian yang tidak autentik. Kemudian apabila dari segi guru, guru harus mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran mengacu pada aspek yang akan dinilai sambil mengamati siswa termasuk kedalam penskoran yang mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudari Mellycha dan teman-teman yang lain. Jadi apabila suatu instrumen penilaian yang digunakan sudah valid dan reliabel serta memenuhi syarat-syarat lain dari sebuah instrumen maka faktor penting lain adalah ketelitian si penilai. Si penilai harus memahami kegiatan pembelajaran yang akan diamati dan deskripsi dari setiap indikator agar tidak terjadi kesalahan dalam penskoran.

      Hapus
  5. Menurut saya faktor penting yang mendasari keberhasilan pelaksanaan uji coba instrument penilaian ialah harus memahami indikator dari masing-masing pendekatan, lalu harus teliti dalam menganalisa indikator, kemudian kemampuan guru dalam mengelola kelas serta kemampuan siswa juga merupakan faktor penting yang mendasari keberhasilan penilaian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan tanggapan saudari Dina Lisyanti , yang mana keberhasilan pelaksanaan uji coba ialah harus memahami indikator dari masing-masing pendekatan

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengantar Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Kimia

Penilaian autentik  ( Authentic Assessment ) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah  Assessment  merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.  Salah satu penekanan di dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Seperti yang kita ketahui penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang memberikan gambaran mengenai perkembangan peserta didik setelah peserta didik mengalami proses pembelajaran. Penilaia...

Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

  Berkembangnya teknologi serta dampak yang ditimbulkannya sangat menuntut kemampuan untuk beradaptasi secara kreatif dan kepiawaian mencari pemecahan yang imajinatif. Sudah saatnya penekanan dalam proses belajar mengajar yang hanya menekankan pada pemikiran reproduktif, hafalan dan mencari satu jawaban yang benar terhadap soal-soal yang diberikan untuk ditinggalkan, kini beralih ke proses-proses pemikiran yang tinggi termasuk berfikir kreatif dan inovatif. Dengan kata lain saat ini kreativitas dan berfikir produktif benar-benar dibutuhkan agar kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran kimia dapat tercapai. Dengan demikian, i novasi sangat berkaitan erat dengan kreatifitas. K reatif adalah seseorang yang dapat menghadirkan sesuatu atau suatu ide atau gagasan tertentu yang sebelumnya belum ada untuk dipergunakan dalam memecahkan suatu masalah. Di samping itu, berpikir kreatif juga menuntut adanya pengikatan diri terhadap tugas (task commitment) yang tinggi. Artinya, kreativita...